
Lampiran 2

Lampiran 3

Lampiran 4
Tekanan di dalam laut akan bertambah dengan bertambahnya kedalaman. Sebuah parsel air yang bergerak dari satu level tekanan ke level tekanan yang lain akan mengalami penekanan (kompresi) atau pengembangan (ekspansi). Jika parsel air mengalamai penekanan secara adiabatis (tanpa terjadi pertukaran energi panas), maka temperaturnya akan bertambah. Sebaliknya, jika parsel air mengalami pengembangan (juga secara adiabatis), maka temperaturnya akan berkurang. Perubahan temperatur yang terjadi akibat penekanan dan pengembangan ini bukanlah nilai yang ingin kita cari, karena di dalamnya tidak terjadi perubahan kandungan energi panas. Untuk itu, jika kita ingin membandingkan temperatur air pada suatu level tekanan dengan level tekanan lainnya, efek penekanan dan pengembangan adiabatik harus dihilangkan. Maka dari itu didefinisikanlah temperatur potensial, yaitu temperatur dimana parsel air telah dipindahkan secara adiabatis ke level tekanan yang lain. Di laut, biasanya digunakan permukaan laut sebagai tekanan referensi untuk temperatur potensial. Jadi kita membandingkan harga temperatur pada level tekanan yang berbeda jika parsel air telah dibawa, tanpa percampuran dan difusi, ke permukaan laut. Karena tekanan di atas permukaan laut adalah yang terendah (jika dibandingkan dengan tekanan di kedalaman laut yang lebih dalam), maka temperatur potensial (yang dihitung pada tekanan permukaan) akan selalu lebih rendah daripada temperatur sebenarnya.
Satuan untuk temperatur dan temperatur potensial adalah derajat Celcius. Sementara itu, jika temperatur akan digunakan untuk menghitung kandungan energi panas dan transpor energi panas, harus digunakan satuan Kelvin. 0oC = 273,16K. Perubahan 1oC sama dengan perubahan 1K.
Seperti telah disebutkan di atas, temperatur menunjukkan kandungan energi panas, dimana energi panas dan temperatur dihubungkan melalui energi panas spesifik. Energi panas persatuan volume dihitung dari harga temperatur menggunakan rumus Q = densitas*energi panas specifik*temperatur (temperatur dalam satuan Kelvin). Jika tekanan tidak sama dengan nol, perhitungan energi panas di lautan harus menggunakan temperatur potensial. Satuan untuk energi panas (dalam mks) adalah Joule. Sementara itu, perubahan energi panas dinyatakan dalam Watt (Joule/detik). Aliran (fluks) energi panas dinyatakan dalam Watt/meter2 (energi per detik per satuan luas). Sumber data :http://oseanografi.blogspot.com/2005/07/temperatur-air-laut.html
tarik searah diagonal untuk menentukan wilayah










ada langkah-langkah menggabungkannya pertama
aktivkan ---> ER Mapper
setelah main menu Er Mapper buat lah windows kosong
untuk tampilan citra yang akan di marger (gabungkan)tentukan lokasi band 1 yang akan digabungkan pada
direktori yang disimpan --> OK
windows akan menampilkan citra band 1 seperti gambar
diatas. open --->Edit alogaritma
sebelum anda menggabungkan data Citra
copy pseudolayer kemudian paste sampai jumlah sesuai jumlah band
yang akan di gabungkan seperti contoh gambar di bawah ini akan
menggabungkan 7 band
samakan per- band dengan file yang akan di gabungkan dengan
cara klik masing-masing pseudolayer dan isi per band sesuai urutan
temukan dimana direktori yang ada data masing-masing band tampilkan
sesuai urutan band 1 -- dst seperti gambar di bawah ini
setelah semua data per band di aktivkan ke tempat pesudolayer
rename pesoudolayer ---klik 2 x beri nama sesuai dengan urutan
band, lihat gambar di bawah ini
sebelum menggabungkan semua band dalam satu file sebaiknya
anda buat band masing-masing dalam keadaan normal dengan
cara klik icon Edit Tranformasi Limit
dan akan diikuti gambar di bawah ini
klik band1 ---> Limit ---> Limit To Actual dst sesuai jumlah band
buat blok klik band1--->bersama-sama dengan Shift ---> band7
-->. Save As isi nama file yang hasil penggabungan dengan format *.ers
---> OK
tinggal merubah R,G,B dalam Alogaritma nya sesuai kebutuhan users
selamat mencoba I love You Fuuuuul
klik Start> Program ---> Arcview GIS
tambahkan shape file ke View setelah peta
di view tampil,langkah selanjutnya munculkan
tablenya ---> table ----> open
lihat gambar di bawah.
--> Klik--->
-->OK
--->OK
--> OK
--> OK
--->OK